Gara-Gara TV

Beberapa hari yang lalu pemilu, keluarga gue yang memang masih keturunan keraton menjunjung tiggi hak asasi buat pemilu. Kejadian unik terjadi pagi hari sbelum keluarga gue nyoblos, karena gak ada janjian sebelumnya, gue, kka gue, dan ortu keluar kamar masing-masing pakai baju merah. Akhirnya pas jalan ke TPS (Tempat Pembagian Sembako) kami sekeluarga di sorakin sama tetangga - tetangga lain " PDIP ! PDIP ! PDIP !" tapi sebagian lagi teriak "BAKAR BAKAR BAKAR!" ternyata mereka anak-anak NASDAMN..
Entah kebetulan atau bukan ternyata PDIP menang di QuickQount, padahal keluarga gue pilih Golkar..

Tapi gue ga mau bahas pemilu kali ini, gue akan bahas soal hobi baru gue. Mancing.
Zaman sekarang banyak remaja yg jadi korban iklan, korban acara TV dan korban teman sekelas.. *duh
Gue adalah salah satu remaja(?) yang merupakan korban acara TV. "Mancingg Mania"
Jadi sekitar 1 minggu yang lalu acara Mancing Mania ngadain syuting di waduk Riam kanan yang merupakan tempat mancing kami sebelumnya. Baca di SINI.. Gue langsung nge-line Adib dan Tommy buat nonnton bareng. Kami nonton dengan khusyuk di rumah masing-masing.
Alangkah eeq meong nya sang pembawa acara dan kawan-kawannya, mereka dengan mudahnya dapat ikan selama30 menit acara berlangsung !! Gede - gede pula. Akhirya kami bertiga sepakat buat pensiun mancing kembali !

Karena kebetulan senin kemarin kuliah di batalkan akhirnya gue dan temen - temen memutuskan buat mancing di tempat baru. Pemancingan H. Midhan (Haji untuk H).. seperti biasa kami janjian jam 10 pagi buat berangkat. Tapi apa daya, kekawanan tapir hidung pesek ini baru berkumpul jam 1 siang dan akihrnya berangkat pukul 01.30 WITA. Kami mendapatkan anggota baru. Namanya Sandi. Nanti kita liat bersama-sama bentukan nya gimana..

Kami yang anaknya up to date banget gak lupa buat foto-foto macam selfie di perjalanan.

Selfie berjamaah. Kiblat menghadap kamera. Baju Hitam Imam. Baju Biru Muadzin.
Hukum Kekekalan Selfie: Barang siapa menguasai kamera, maka dia menguasai segalanya..
*sampai sini gue sengaja ga nampilin sosok Sandi biar lebih penasaran kalian


Karena belum ada yang pernah kesana kami sempat nyasar ke penangkaran ikan milik bapak H. Midhan, temen gue Sandi bersikekeuh kalo disana tempat mancingnya, tapi kami curiga kenapa gak ada orang yang mancing. Akhirnya kami memutuskan bertanya pada paman yang sedang duduk-duduk disana. Setelah Sandi bertannya dan katanya kami salah tempat, tanpa pikir panjang Sandi kami ulek-ulek sampai halus buat jadi umpan ikan. Ga jauh dari sana kami sampai juga di tempat tujuan. 

Agi dan Hadi yang kelaparan langsung nyari warung buat makan. Catetan buat Hadi. Doi memang ga punya lambung, jadi makanan langsung masuk ke ususnya so dia jadi cepet lapar.

Adib dan Wandi yang memang punya tujuan buat foto doang akhirnya pergi berdua nyari tempat buat foto-foto. Sedangkan gue, Tommy, Shandy dan Ringga langsung ke lokasi pemancingan 1 buat casting *weiss ..

agak gerimis pas kami mancing, sekali lagi teori Adib di uji di sini.
Apakah ikan memang lapar saat turun hujan? kita liat nanti..

tiba-tiba Tommy hilang....
muncul-muncul udah dapat ikan.. gue curiga itu tas isinya ikan nila semua..

lebih jago  mancing ikan daripada mancing lawan jenis.. Ah syudahlah~

Di tempat casting 1 gue strike duluan, di ikuti oleh Shandy dan Tommy. Tapi... ada seonggok Tapir yang duduk termenung memegang pancing dan harapannya akan kehadiran ikan, benar, Ringga adalah satu-satunya pemegang ekor gak pernah dapat ikan sejak 1 tahun yang lalu. Bukannya dia gak jago mancing, cuma kebetulan aja belum ada ikan yang kepancing..
Karena kami kasian sama Ringga, akhirya kami menunda pemotongan nasi tumpeng merayakan keberhasilan ini. Kami pun mengajak ringga ke kolam berikutnya. Kemudian dia kami lempar..
Lagi-lagi gue strike! di ikuti sandy dan tommy. Ringga semakin depresi dan berniat beli ikan di pasar. Namun Adib mencoba memberi motivasi padanya agar lebih giat lagi memancing :')
Sampai sini gue masih merahasiakan identitas Shandy. 

Ini Agi, cabe-cabean berkumis. Itu yang kepancing bukan ikan, tapi kecebong. Kecil banget.

ga berapa lama kecebongnya membesar...
Di Spot mancing ke 2 terjadi strike dimana-mana, kami berhasil mendapatkan banyak ikan. Dan akhirnya Bang Rigga mendapatkan ikan perdananya di sini. Strike 1 nya setelah ratusan kali melempar pancing,  menanti kepastian yang tak kunjung datang, akhirnya sodara - sodara sekalian ikan pertama ringga di namai Ikan Begincu. Ringga langsung berdiri sambil teriak-teriak, lalu berlari kesana kemari kegirangan dan kemudian tercebur. Anti klimaks~
Untuk memperingati moment bersejarah ini, kami berencana ke rumah Bapak H. Midhan untuk mempersuntingkan anak beliau dengan Ringga sebagai ucapan terima kasih atas semuanya.

Hadi. Calon Haji dan Pengusaha sukses dimasanya mendatang. Lebih milih di cium banci daripada ngelepasin ikan dari kail pancing. Cupu


Wandi. Bagi kalian yang ngira itu ikan hasil pancingan, kalian salah besar. Itu ikannya Hadi yang dia ambil trus buat foto bareng.
sampai saat ini gue masih yakin itu baju quik silver dia salah tulis. .

Spot mancing 2. Ikannya banyak gan..
Total kami dapat ikan kurang lebih 30 ekor, tapi karena gak ada yang besar dan kami lupa bawa ember (pesimis duluan gak dpat ikan) akhirnya semua ikan kami lepaskan kembali. 
TARAAA~ ini dia si Shandy. Ga ada yg istimewa dari tapir yg satu ini. Dia cuma punya jabis yg lebih lebat daripada yang lain. Anggota baru Mancing KG Mania. Buat newbie doi termasuk hebat, langsung dapat ikan di hari pertamanya memancing. 


 Shandy dan Wandi. Rencananya mereka mau bikin film kaya Upin dan Ipin versi gondrongnya~


lagi ngomongin janda kembang kampung sebelah..


setelah foto ini fisheye wandy jatuh ke danau dan tenggelam bersama  kenangannya~



.......................... (ntahlah)


Perhatikan 1 tapir yang paling belakang.. paling bisa cari posisi biar keliatan. Dasar


apa gue bilang..Dasar

Dan ternyata teori Adib yang berbunyi ikan akan lapar saat hujan turun itu benar adanya. Sampai sekarang gue masih penasaran sama Lord H. Midhan yang berhasil membuat hari-hari memancing kami kembali indah. Kalo sampai ketemu dan ternyata dia punya anak perempuan kembar yang kece badai, gue bakalan lamar keduanya. Thx om.


              

....coz we never want to arrive, we love the ride.... (J Rock)

by: Sileo

0 Masukan:

Posting Komentar